SELAMAT DATANG DI BLOG MI MUHAMMADIYAH KARANGLO CILONGOK "UNGUL IMTAK, IPTEK DAN PRESTASI, BERAKHLAK MULIA" لاحول ولا قوة إلا بالله
  • Para Juara Aksioma TA 2015-2016

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

  • Tenaga Pengajar

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

  • Pembekalan Tapak Suci

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

Selasa, 13 Februari 2018

Lirik Lagu Sang Surya (Mars Muhammadiyah)



Mars Muhammadiyah
Sang Surya Tetap Bersinar
Syahadat Dua Melingkar
Warna Yang Hijau Berseri
Membuatku Rela Hati

Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku

Di Timur fajar Cerah Gemerlapan
Mengusir Kabut Hitam
Menggugah Kaum Muslimin
Tinggalkan Peraduan

Lihatlah Matahari Telah Tinggi
Di Ufuk Timur Sana
Seruan Illahi Rabbi
Samina Wa Atthona

Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku





Selasa, 21 November 2017

Sekilas Tenang MIM Karanglo

PROFIL MI MUHAMMADIYAH KARANGLO

49 tahun yang lalu, tepatnya 1 Januari 1968 MI Muhammadiyah Karanglo resmi lahir dari rahim Muhammadiyah Ranting Karanglo. Buah dari kepekaan para pendahulu terhadap minimnya kesempatan belajar bagi anak di usia pendidikan dasar. MI Muhammadiyah lahir di masa yang serba sulit, 3 tahun  pasca meletusnya pemberontakan G 30 S PKI namun berperan sangat penting membantu pemerintah disaat pemerintah masih tertatih-tatih membangun sekolah. Sekolah yang terletak di Jalan Pramuka Nomor 1 Karanglo ini sampai mendekati usia 5 dasa warsa, terus berkhidmat untuk bangsa dan Negara, meletakkan dasar-dasar pendidikan untuk mensukseskan tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaaan Undang-Undang dasar 1945.
MI Muhammadiyah Karanglo yang memiliki nama keren MI MAHAKARYA ini senantiasa terus berusaha  menerapkan visi Madrasah yaitu Unggul Imtak, Iptek, Prestasi dan Berakhlak Mulia melalui berbagai program dan kegiatan menarik dan tersistem.
Diantara program yang ada di Madrasah ini adalah.
1.    System FDS (Full Day School) pukul 07.00-14.30 sejak tahun 2006
2.    Tahfiz 2 juz Al Qur’an
3.    Penguatan pendidikan karakter melalui:
a.      TPQ
b.      Salat berjamaah
·         Duha
·         Duhur
c.       Tadarus Al Qur’an
4.    Kegiatan ekstrakurikuler berupa.
a.    Tapak Suci Putra Muhammadiyah
b.    Drum Band
c.    Seni Tari
d.    Renang
e.    Volly Ball
f.     Seni Baca Al Qur’an
g.    Foot Ball
h.    Badminton
i.     Sepak Takraw
j.     Tenis Meja
k.    Catur
l.     Hadroh
5.    Les Akademik seperti.
a.    Matematika
b.    IPA
c.    Bahasa Indonesia
6.    Kegiatan Keagamaan meliputi.
a.    Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa)
b.    Peringatan Tahun Baru Islam
c.    Pesantren Ramadhan
d.    Akselerasi Baca Tulis Al Qur’an
7.    ESQ (Emotional Spiritual Question)
8.    Rekreasi
9.    Out Bond
10. Komputer
11. Kunjungan Belajar

Untuk mensukseskan seluruh program Madrasah, sebanyak 12 orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang kompeten di bidangnya siap selalu memberikan pelayanan prima bagi peserta didik di MI Muhammadiyah Karanglo. Dari 11 Tenaga Pendidik yang ada sebanyak 9 orang telah berijazah S-1. Sementara itu yang telah mengantongi Sertifikat Pendidik Profesional sebanyak 5 orang. Tenaga Pendidik yang ada adalah lulusan Perguruan Tinggi terkemuka dan terakreditasi seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negri Yogyakarta, STAIMS Yogyakarta, IAIN Wali Songo Semarang, PGSD Universitas Terbuka, dan IAIN Purwokerto. Beberapa orang diantara Para Tenaga Pendidik juga pernah mengenyam pendidikan pesantren seperti Pondok Pesantren Modern Gontor Jawa Timur, Pondok Pesantren Kebarongan dan Pondok Pesantren Kebumen.
MI Muhammadiyah Karanglo menempati gedung berlantai dua dan memiliki ruangan yang representatif seperti ruang belajar, ruang Guru, ruang Kepala Madrasah, ruang perpustakaan, ruang music, musholla, gudang, tempat parker, kamar mandi untuk guru dan siswa, dapur dan ruang sirkulasi.
Selain itu MI MAHAKARYA juga memiliki 1 unit armada berupa mobil roda empat yang dibeli pada tahun 2015 untuk menunjang semua kegiatan Madrasah termasuk pelayanan siswa untuk antar jemput.
MI Muhammadiyah Karanglo selalu terlibat dalam semua kegiatan termasuk perlombaan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan prestasi yang pernah diraih antara lain.
1.    Juara I Murottal Tingkat SD/MI Olympicad Siswa Muhammadiyah Kab.Banyumas
2.    Gitapati Terbaik III piala Kepala KONI Banyumas tingkat SD/MI
3.    Juara V Divisi SD/MI Lomba Drumband anak PDBI cup Kab.Banyumas
4.    Juara II lari 100 meter Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
5.    Juara III Pidato Bahasa Arab Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
6.    Juara I Lari 80 meter Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
7.    Juara II Putri LCC islam dan Kemuhammadiyahan SD/MI Kab.Banyumas
8.    Juara II Lomba Hafalan Juz’amma SD/MI se Kab.Banyumas dalam rangka Milad BMT Dana Mentari Purwokerto
9.    Juara III Festival Drum band Anak PDBI Cup Kab.Banyumas
10. Juara Harapan I Bola Volly Putra MI Kec.Cilongok
11. Juara II Lomba Tilawah SD/MI dalam Rangka Milad SMP Muhammadiyah Cilongok ke 34

Hingga tahun 2017 ini, sudah 43 kali MI Muhammadiyah Karanglo meluluskan peserta didiknya. Lulusannya telah tersebar di berbagai tempat dengan beragam profesi seperti Dokter, Dokter Gigi, TNI AL, TNI AD, Dosen, Ustad/Ustadah, Guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa, PNS, Direktur, BUMN, Pengusaha, Wiraswasta dan masih banyak lagi. Mereka telah membuktikan bahwa Madrasah mampu melahirkan orang-orang terbaik dan terpilih di zamannya.


Jumat, 29 September 2017

Siswa - Siswi, Guru dan Karyawan MIM Karanglo tonton Film G30S/PKI



Karanglo (30/09/2017) — Siswa-Siswi, Guru dan Karyawan MI Muhammadiyah Karanglo antusias nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S/PKI yang digelar di Ruang Kelas 1.

Sebelum film diputar, Kepala Madrasah Bapak Rohman, S.Pd.I mengungkapkan, kegiatan Nobar G30S PKI yang dilaksanakan di Madrasah ini, sesuai dengan interuksi dari Panglima TNI agar kejadian kelam peristiwa 65/66 tidak terulang kembali di Indonesia. “Tujuan dari Nobar G30S PKI adalah agar Siswa dan Siswi MI Muhammadiyah Karanglo mengenal sejarah peristiwa 65/66, serta untuk membekali agar tidak terpengaruh adanya upaya kelompok tertentu yang memutar balikan fakta,” katanya.

Bapak Kepala juga menjelaskan, kemungkinan munculnya PKI gaya baru saat ini, meminta kepada Panglima TNI yang dikenal sangat dekat dengan umat Islam untuk mengambil langkah tegas agar PKI tidak bangkit kembali.
“Film G 30S PKI adalah fakta sejarah yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Dalam perkembangannya saat ini, ada beberapa kelompok yang menolak fakta sejarah dalam film tersebut yang menganggap bahwa film tersebut tidak sesuai fakta yang terjadi. Mereka berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Teguh (Purnawirawan TNI AD) mengapresiasi atas terlaksananya pemutaran film G 30S PKI di MI Muhammadiyah Karanglo. “Film terasebut merupakan fakta sejarah tentang kejadian 65/66, walaupun sekarang ada pihak yang berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” katanya.


Bapak Teguh (Purnawirawan TNI) mengatakan, Bahwa Ibu Guru Kaminah merupakan salah satu pelaku sejarah yang mengetahui kejadian 65/66 dan mengetahui kekejaman PKI. “Pesan dari Bapak Teguh (Purnawirawan TNI AD) adalah tujuan pemutaran film G 30S PKI adalah agar peristiwa kelam 65/66 tidak terulang kembali. Agar Siswa - Siswi mengerti sejarah bangsa Indonesia dan agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh terhadap upaya-upaya yang berusaha untuk memutar balikan fakta sejarah,” tandasnya.

Dijelaskan, Pemutaran film G 30S PKI merupakan interuksi dari PanglimaTNI yang dilaksanakan oleh seluruh instansi TNI sampai tingkat Koramil.

Hingga film dimulai tampak puluhan Siswa – Siswi, Guru dan Karyawan sudah memenuhi seluruh ruang di Kelas 1 (satu). Tidak sedikit dari mereka yang tidak kebagian kursi.



Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Bapak Rohman, S.Pd.I (Kepala Madrasah) kepada Bapak Teguh (Purnawirawan TNI Ad) dan dilanjutkan Nobar film G 30S PKI. (Awl)


Rabu, 27 September 2017

MIMAHAKARYA Ajak nonton film G30S/PKI


Hasil gambar untuk g30spki cover


Ajakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk kembali menonton film Gerakan 30 September disambut hangat oleh segenap kalangan civitas akademika MI Muhammadiyah Karanglo. Ajakan itu, bahkan dianggap penting, sebagai pengingat atas sejarah kelam bangsa Indonesia yang pernah terjadi.
Kepala Madrasah Bapak Rohman, S.Pd.I mengatakan, PKI memiliki sejarah kelam yang tidak mungkin dihilangkan dari sejarah. Apalagi pemberontakan PKI tidak hanya terjadi sekali dalam perjalanan bangsa ini. 
"Bangsa Indonesia saat ini tengah mengalami masa kelabu karena penghianatan PKI. Mari segenap warga negara Indonesia khususnya keluarga besar MI Muhammadiyah Karanglo untuk menyaksikan dan nonon bareng film G30S/PKI. Besok 30 September Pukul 09.30 di ruang kelas 1,” tandasnya.
Ajakan ini sangat wajar dan penting agar bangsa ini tidak melupakan sejarah. Bahwa pemberontakan PKI itu sudah terjadi berulang-ulang. “Pastikan seluruh keluarga, teman dan saudara kita bisa menyakisikan acara tersebut,” kata Imam Santoso, S.H.I usai rapat koordinasi pelaksanaan nonton film bareng G30S/PKI, Selasa, (26/09/2017) di Ruang Kantor Guru.

Nonton film G30S/PKI bagian dari upaya penyadaran para generasi muda bahwa peristiwa kejam itu pernah terjadi. Pihaknya mengajak siapapun untuk tidak menutup-nutupi, apalagi menghilangkannya. 
Sementara itu, acara nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI turut melibatkan Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Cilongok. Nurul Amin, S.Pd.I selaku Komandan KOKAM Cabang Cilongok mengatakan, kegiatan nonton bareng diinisiasi untuk dapat mengambil pelajaran dari peristiwa gelap PKI kepada masyarakat Indonesia saat itu. “Kita punya pengalaman sejarah yang menyakitkan tentang Pancasila melalui film ini kita dapat melihat sejarah tentang perlakuan kejam PKI kepada bangsa Indonesia,” kata Amin.
Diputarkannya film Penghianatan G30SPKI tidak bermaksud untuk menunjukan sikap pro terhadap masa orde baru atau menentang orde lama. Tetapi merupakan fakta sejarah yang telah terdokumentasi sehingga dapat mengambil hikmah agar partai komunis tidak hidup kembali.
Imam juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mempertahankan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang pembubaran partai komunis, hal tersebut sebagi benteng  bangsa Indonesia menghentikan komunisme. “Harapannya dengan diputarkan film ini, dapat menjadi momen pendidikan bagi generasi muda terhadap kekejaman PKI,” tutup Imam. (Awl)