SELAMAT DATANG DI BLOG MI MUHAMMADIYAH KARANGLO CILONGOK "UNGUL IMTAK, IPTEK DAN PRESTASI, BERAKHLAK MULIA" لاحول ولا قوة إلا بالله
  • Para Juara Aksioma TA 2015-2016

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

  • Tenaga Pengajar

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

  • Pembekalan Tapak Suci

    MI Muhammadiyah Karanglo Cilongok

Selasa, 13 Februari 2018

5 Ciri Generasi Pemenang



Sobat, siapa sih yang ingin merugi dalam hidup ini? Pasti semua orang ingin sukses dalam hidupnya. Ingin berkualitas hidupnya. Ingin bahagia. Baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi Sobat yang masih muda. Tentu banyak sekali keinginan, cita-cita dan harapan-harapan yang ingin dicapai. Itu semua pasti membutuhkan perjuangan, kerja keras, disiplin dan kesabaran.

Oleh karena itu, Sobat patut merenungkan makna QS. Al-Ashr. Menurut saya, surat ini cocok sekali untuk anak muda. Terutama yang ingin sukses besar dalam hidupnya. Siapa sih yang tidak ingin menjadi generasi pemenang. Dan kita pasti tidak ingin menjadi generasi pecundang, kalah, pengecut dan hancur dalam hidup.

Nah, dalam surat al-Ashr dijelaskan ada “lima ciri generasi pemenang”.

1. Imajinatif

Ciri ini merupakan inspirasi dari kalimat wal-‘Ashr (demi masa atau demi waktu yang bergerak kedepan). Artinya jika ingin menjadi pribadi pemenang, hal pertama yang harus dimiliki adalah kemampuan bepikir masa depan, berpikir melampaui zaman (progresif, dan berkemajuan) serta impian yang besar (imajinatif). Seorang pemenang harus mempu melihat peluang, tantangan, ancaman dan kekuatan untuk merumuskan strategi menggapai cita-cita (dream). Dengan kata lain, pribadi pemenang harus memiliki impian yang besar.

2. Religius

Sobat, untuk menggapai sebuah cita-cita, kita tidak bisa terlepas dari perkenan Tuhan. Karena itu, cita-cita harus diraih dengan bantuan Tuhan. Kesadaran ketuhanan (ma’rifat: mengenal Allah dan merasa selalu diawasi Allah) dalam setiap gerak, langkah dan usaha penting untuk menjadi generasi pemenang. Inilah mengapa dalam surat al-‘Ashr Allah berkalam: alladzina aamanu (orang-orang yang beriman). Jadi kesuksesan membutuhkan iman yang kuat, tauhid yang murni agar setiap perjuangan kita ditolong oleh Allah.

3. Kreatif

Karakter ketiga, generasi pemenang adalah memiliki “daya kreatif”. Generasi yang dan mampu melembagakan amal shaleh sebagaimana kalimat (wa amilu as-shalihah) dalam surat al-‘Ashr. Daya iman dan religiusitas harus disertai kemampuan bertindak kreatif yang bermanfaat. Karena manusia dibekali akal yang mempu melahirkan daya cipta. Nah, zaman now sebenarnya adalah zaman kreatif. Siapa saja yang ingin survive, bertahan, dan menjadi pemenang di zaman ini, maka kata kuncinya adalah “kreatif”.

4. Kolaboratif

Selain kreatif, hal penting yang harus dimiliki generasi pemenang adalah “daya Kolaboratif”. Zaman kreatuif menuntut kemempuan bekerja sama (berkolaborasi) dan berbagi (sharing). Inilah semangat tawasau bil haq. Maksudnya adalah kita sekarang harus pintar berkomunikasi dengan masyarakat global. Maka kemampuan bahasa asing menjadi penting. Dengan berkolaborasi dan berkomunikasi kita akan menemukan berbagai keunikan yang akan menjadikan kita semakin kreatif, dan inovatif.

5. Kompetitif

Karakter terahir yang dapat diambil dari pelajaran surat al-Ashr adalah “kompetitif”. Karena hidup adalah perjuangan, maka perjuangan itu membutuhkan “kesabaran” sebagaimana kalimat tawasau bis shabr. Dengan kata lain generasi pemenang harus memiliki “daya tahan” untuk hidup. Maka jargon “berani mati”, harus diganti dengan “berani hidup”. Karena itu, kesabaran adalah puncak dari akhlak. Orang yang sabarlah yang akan menjadi pemenang. Orang yang sabar akan menjadi teladan akhlak mulia, seperti: rendah hati, cinta, menghargai, perdamaian dan menjadi rahmat semesta alam.

Itulah lima ciri generasi pemenang. Generasi yang mampu melihat fenomena perubahan disertai faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan, baik itu faktor ekonomi, sosial, politik dan stuktur budaya. Generasi yang memberikan perubahan ke arah yang “lebih baik”, lebih bermanfaat, dan lebih berdaya guna bagi kehidupan umat manusia dan dunia secara lebih luas.

Sudah seharusnya generasi Islam mampu menjadi ‘insinyur-insinyur sosial’ yang terjadi di dunia ini. Islam yang unggul, maju dan menjadi kekuatan tergantung pada generasi muda hari ini. [***]



Lirik Lagu Sang Surya (Mars Muhammadiyah)



Mars Muhammadiyah
Sang Surya Tetap Bersinar
Syahadat Dua Melingkar
Warna Yang Hijau Berseri
Membuatku Rela Hati

Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku

Di Timur fajar Cerah Gemerlapan
Mengusir Kabut Hitam
Menggugah Kaum Muslimin
Tinggalkan Peraduan

Lihatlah Matahari Telah Tinggi
Di Ufuk Timur Sana
Seruan Illahi Rabbi
Samina Wa Atthona

Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku





Selasa, 21 November 2017

Sekilas Tenang MIM Karanglo

PROFIL MI MUHAMMADIYAH KARANGLO

49 tahun yang lalu, tepatnya 1 Januari 1968 MI Muhammadiyah Karanglo resmi lahir dari rahim Muhammadiyah Ranting Karanglo. Buah dari kepekaan para pendahulu terhadap minimnya kesempatan belajar bagi anak di usia pendidikan dasar. MI Muhammadiyah lahir di masa yang serba sulit, 3 tahun  pasca meletusnya pemberontakan G 30 S PKI namun berperan sangat penting membantu pemerintah disaat pemerintah masih tertatih-tatih membangun sekolah. Sekolah yang terletak di Jalan Pramuka Nomor 1 Karanglo ini sampai mendekati usia 5 dasa warsa, terus berkhidmat untuk bangsa dan Negara, meletakkan dasar-dasar pendidikan untuk mensukseskan tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaaan Undang-Undang dasar 1945.
MI Muhammadiyah Karanglo yang memiliki nama keren MI MAHAKARYA ini senantiasa terus berusaha  menerapkan visi Madrasah yaitu Unggul Imtak, Iptek, Prestasi dan Berakhlak Mulia melalui berbagai program dan kegiatan menarik dan tersistem.
Diantara program yang ada di Madrasah ini adalah.
1.    System FDS (Full Day School) pukul 07.00-14.30 sejak tahun 2006
2.    Tahfiz 2 juz Al Qur’an
3.    Penguatan pendidikan karakter melalui:
a.      TPQ
b.      Salat berjamaah
·         Duha
·         Duhur
c.       Tadarus Al Qur’an
4.    Kegiatan ekstrakurikuler berupa.
a.    Tapak Suci Putra Muhammadiyah
b.    Drum Band
c.    Seni Tari
d.    Renang
e.    Volly Ball
f.     Seni Baca Al Qur’an
g.    Foot Ball
h.    Badminton
i.     Sepak Takraw
j.     Tenis Meja
k.    Catur
l.     Hadroh
5.    Les Akademik seperti.
a.    Matematika
b.    IPA
c.    Bahasa Indonesia
6.    Kegiatan Keagamaan meliputi.
a.    Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa)
b.    Peringatan Tahun Baru Islam
c.    Pesantren Ramadhan
d.    Akselerasi Baca Tulis Al Qur’an
7.    ESQ (Emotional Spiritual Question)
8.    Rekreasi
9.    Out Bond
10. Komputer
11. Kunjungan Belajar

Untuk mensukseskan seluruh program Madrasah, sebanyak 12 orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang kompeten di bidangnya siap selalu memberikan pelayanan prima bagi peserta didik di MI Muhammadiyah Karanglo. Dari 11 Tenaga Pendidik yang ada sebanyak 9 orang telah berijazah S-1. Sementara itu yang telah mengantongi Sertifikat Pendidik Profesional sebanyak 5 orang. Tenaga Pendidik yang ada adalah lulusan Perguruan Tinggi terkemuka dan terakreditasi seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negri Yogyakarta, STAIMS Yogyakarta, IAIN Wali Songo Semarang, PGSD Universitas Terbuka, dan IAIN Purwokerto. Beberapa orang diantara Para Tenaga Pendidik juga pernah mengenyam pendidikan pesantren seperti Pondok Pesantren Modern Gontor Jawa Timur, Pondok Pesantren Kebarongan dan Pondok Pesantren Kebumen.
MI Muhammadiyah Karanglo menempati gedung berlantai dua dan memiliki ruangan yang representatif seperti ruang belajar, ruang Guru, ruang Kepala Madrasah, ruang perpustakaan, ruang music, musholla, gudang, tempat parker, kamar mandi untuk guru dan siswa, dapur dan ruang sirkulasi.
Selain itu MI MAHAKARYA juga memiliki 1 unit armada berupa mobil roda empat yang dibeli pada tahun 2015 untuk menunjang semua kegiatan Madrasah termasuk pelayanan siswa untuk antar jemput.
MI Muhammadiyah Karanglo selalu terlibat dalam semua kegiatan termasuk perlombaan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan prestasi yang pernah diraih antara lain.
1.    Juara I Murottal Tingkat SD/MI Olympicad Siswa Muhammadiyah Kab.Banyumas
2.    Gitapati Terbaik III piala Kepala KONI Banyumas tingkat SD/MI
3.    Juara V Divisi SD/MI Lomba Drumband anak PDBI cup Kab.Banyumas
4.    Juara II lari 100 meter Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
5.    Juara III Pidato Bahasa Arab Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
6.    Juara I Lari 80 meter Putri PORSENI MI Kec.Cilongok
7.    Juara II Putri LCC islam dan Kemuhammadiyahan SD/MI Kab.Banyumas
8.    Juara II Lomba Hafalan Juz’amma SD/MI se Kab.Banyumas dalam rangka Milad BMT Dana Mentari Purwokerto
9.    Juara III Festival Drum band Anak PDBI Cup Kab.Banyumas
10. Juara Harapan I Bola Volly Putra MI Kec.Cilongok
11. Juara II Lomba Tilawah SD/MI dalam Rangka Milad SMP Muhammadiyah Cilongok ke 34

Hingga tahun 2017 ini, sudah 43 kali MI Muhammadiyah Karanglo meluluskan peserta didiknya. Lulusannya telah tersebar di berbagai tempat dengan beragam profesi seperti Dokter, Dokter Gigi, TNI AL, TNI AD, Dosen, Ustad/Ustadah, Guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa, PNS, Direktur, BUMN, Pengusaha, Wiraswasta dan masih banyak lagi. Mereka telah membuktikan bahwa Madrasah mampu melahirkan orang-orang terbaik dan terpilih di zamannya.


Jumat, 29 September 2017

Siswa - Siswi, Guru dan Karyawan MIM Karanglo tonton Film G30S/PKI



Karanglo (30/09/2017) — Siswa-Siswi, Guru dan Karyawan MI Muhammadiyah Karanglo antusias nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S/PKI yang digelar di Ruang Kelas 1.

Sebelum film diputar, Kepala Madrasah Bapak Rohman, S.Pd.I mengungkapkan, kegiatan Nobar G30S PKI yang dilaksanakan di Madrasah ini, sesuai dengan interuksi dari Panglima TNI agar kejadian kelam peristiwa 65/66 tidak terulang kembali di Indonesia. “Tujuan dari Nobar G30S PKI adalah agar Siswa dan Siswi MI Muhammadiyah Karanglo mengenal sejarah peristiwa 65/66, serta untuk membekali agar tidak terpengaruh adanya upaya kelompok tertentu yang memutar balikan fakta,” katanya.

Bapak Kepala juga menjelaskan, kemungkinan munculnya PKI gaya baru saat ini, meminta kepada Panglima TNI yang dikenal sangat dekat dengan umat Islam untuk mengambil langkah tegas agar PKI tidak bangkit kembali.
“Film G 30S PKI adalah fakta sejarah yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Dalam perkembangannya saat ini, ada beberapa kelompok yang menolak fakta sejarah dalam film tersebut yang menganggap bahwa film tersebut tidak sesuai fakta yang terjadi. Mereka berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Teguh (Purnawirawan TNI AD) mengapresiasi atas terlaksananya pemutaran film G 30S PKI di MI Muhammadiyah Karanglo. “Film terasebut merupakan fakta sejarah tentang kejadian 65/66, walaupun sekarang ada pihak yang berupaya untuk memutar balikan fakta sejarah,” katanya.


Bapak Teguh (Purnawirawan TNI) mengatakan, Bahwa Ibu Guru Kaminah merupakan salah satu pelaku sejarah yang mengetahui kejadian 65/66 dan mengetahui kekejaman PKI. “Pesan dari Bapak Teguh (Purnawirawan TNI AD) adalah tujuan pemutaran film G 30S PKI adalah agar peristiwa kelam 65/66 tidak terulang kembali. Agar Siswa - Siswi mengerti sejarah bangsa Indonesia dan agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh terhadap upaya-upaya yang berusaha untuk memutar balikan fakta sejarah,” tandasnya.

Dijelaskan, Pemutaran film G 30S PKI merupakan interuksi dari PanglimaTNI yang dilaksanakan oleh seluruh instansi TNI sampai tingkat Koramil.

Hingga film dimulai tampak puluhan Siswa – Siswi, Guru dan Karyawan sudah memenuhi seluruh ruang di Kelas 1 (satu). Tidak sedikit dari mereka yang tidak kebagian kursi.



Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Bapak Rohman, S.Pd.I (Kepala Madrasah) kepada Bapak Teguh (Purnawirawan TNI Ad) dan dilanjutkan Nobar film G 30S PKI. (Awl)


Rabu, 27 September 2017

MIMAHAKARYA Ajak nonton film G30S/PKI


Hasil gambar untuk g30spki cover


Ajakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk kembali menonton film Gerakan 30 September disambut hangat oleh segenap kalangan civitas akademika MI Muhammadiyah Karanglo. Ajakan itu, bahkan dianggap penting, sebagai pengingat atas sejarah kelam bangsa Indonesia yang pernah terjadi.
Kepala Madrasah Bapak Rohman, S.Pd.I mengatakan, PKI memiliki sejarah kelam yang tidak mungkin dihilangkan dari sejarah. Apalagi pemberontakan PKI tidak hanya terjadi sekali dalam perjalanan bangsa ini. 
"Bangsa Indonesia saat ini tengah mengalami masa kelabu karena penghianatan PKI. Mari segenap warga negara Indonesia khususnya keluarga besar MI Muhammadiyah Karanglo untuk menyaksikan dan nonon bareng film G30S/PKI. Besok 30 September Pukul 09.30 di ruang kelas 1,” tandasnya.
Ajakan ini sangat wajar dan penting agar bangsa ini tidak melupakan sejarah. Bahwa pemberontakan PKI itu sudah terjadi berulang-ulang. “Pastikan seluruh keluarga, teman dan saudara kita bisa menyakisikan acara tersebut,” kata Imam Santoso, S.H.I usai rapat koordinasi pelaksanaan nonton film bareng G30S/PKI, Selasa, (26/09/2017) di Ruang Kantor Guru.

Nonton film G30S/PKI bagian dari upaya penyadaran para generasi muda bahwa peristiwa kejam itu pernah terjadi. Pihaknya mengajak siapapun untuk tidak menutup-nutupi, apalagi menghilangkannya. 
Sementara itu, acara nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI turut melibatkan Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Cilongok. Nurul Amin, S.Pd.I selaku Komandan KOKAM Cabang Cilongok mengatakan, kegiatan nonton bareng diinisiasi untuk dapat mengambil pelajaran dari peristiwa gelap PKI kepada masyarakat Indonesia saat itu. “Kita punya pengalaman sejarah yang menyakitkan tentang Pancasila melalui film ini kita dapat melihat sejarah tentang perlakuan kejam PKI kepada bangsa Indonesia,” kata Amin.
Diputarkannya film Penghianatan G30SPKI tidak bermaksud untuk menunjukan sikap pro terhadap masa orde baru atau menentang orde lama. Tetapi merupakan fakta sejarah yang telah terdokumentasi sehingga dapat mengambil hikmah agar partai komunis tidak hidup kembali.
Imam juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mempertahankan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang pembubaran partai komunis, hal tersebut sebagi benteng  bangsa Indonesia menghentikan komunisme. “Harapannya dengan diputarkan film ini, dapat menjadi momen pendidikan bagi generasi muda terhadap kekejaman PKI,” tutup Imam. (Awl)

Selasa, 19 September 2017

Tahun Baru Hijriyah



Karanglo, 29 Dzulhijjah 1438 H
                   20 September 2017 M



Azzam baru saja selesai mandi pagi ini ketika Mazis datang untuk mengajaknya bermain kelereng. "Ayo Tong kita main kelereng lagi", ajak Mazis meniru iklan epilepsi yang ada di tivi. "Enak ya Leh, hari ini libur sekolah, kita bisa main sepuasnya" ujar Azzam sambil mencomot dua pisang goreng dari atas meja dan memberikannya satu ke sahabat karibnya.

Kedua anak kelas 2 MI Muhammadiyah Karanglo itu duduk di beranda sambil mengamati daun-daun yang  basah karena hujan seharian kemarin. "Kamu tau hari ini libur apa Zis?", tanya Azzam kepada Mazis yang sedang sibuk untuk menjinakkan pisang goreng super panas dimulutnya. "hhhssssss.... kalo dikalender sih tulisannya Tahun Baru Hijriyah", jawab Mazis sekenanya saja. "Kalau tahun baru, kenapa sepi ya? kok tidak ada suara mercon dan terompet semalam? apa pada ketiduran semua gara-gara hujan semalam?", pertanyaan Azzam sudah seperti kereta api dengan sepuluh gerbong. Mazis hanya mengkerutkan dahinya sambil mulutnya sibuk melumat potongan pisang goreng terakhir.

Setelah pamitan ke Emak, Azzam dan Mazis langsung menuju lapangan yang ada di depan rumah pak Haji Zakum. "Assalamu'alaikum pak Haji", sapa mereka ketika mendapati pak Haji yang sedang duduk di bale-bale menikmati segelas kopi hangat dan sepiring Ubi Rebus yang asapnya sedikit mengepul. "Wa'alaikumsalam anak-anak.... yuuk ikut sarapan?", ajak pak Haji yang murah senyum itu."Terima kasih pak haji, tadi sudah sarapan di rumah Azzam", Ujar Mazis yang diikuti anggukan halus Azzam. 

"Eh, Zam... kita tanya saja pada pak Haji yuk tentang pertanyaan mu tadi", bisik Mazis ke Azzam. Wajah Azzam langsung bersinar seperti mentari pagi, "Ide bagus Zis!!" ujarnya, dan langsung ambil posisi paling depan bagaikan pasukan kopasus karena semangatnya.

"hmm... Pak Haji, kami boleh tanya?", Azzam pun memulai serangannya. Pak Haji Zakum tersenyum, "tentu boleh nak, monggo... silakan... kalau Bapak bisa jawab pasti bapak jawab". "Hari ini katanya Tahun Baru ya pak, kok sepi amat...? apa karena hujan semalam ya  jadi semua nya pada malas?", tanya Azzam. Pak Haji tersenyum lagi. Sebelum pak Haji menjawab pertanyaan kritis si Azzam, Buk Haji keluar membawakan dua gelas teh hangat, "diminum tehnya ya nak", ujar buk Haji mempersilakan, dan kemudian pamit untuk ke belakang lagi.

"Pertanyaan yang super mantaf ini Zam!", ujar pak Haji. "Sebelum bapak jawab pertanyaannya, bolehkah bapak cerita tentang sejarah Tahun Baru ini dulu?, tanya pak Haji yang langsung diikuti anggukkan dari kedua bocah itu.

"Tahun baru hijriyah adalah tahun yang ditentukan Allah sebagai tahun yang dipakai dalam penentuan waktu dalam menjalankan syariat Islam. Dulu Nabi Muhammad SAW dan sahabat hijrah atau pindah dari Mekah ke Madinah pada awal tahun Tahun hijriyah. Dengan hijrahnya  Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah telah membawa perubahan besar terhadap peradaban umat manusia, perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah di bawah naungan cahaya Illahi dengan kata lain Nabi Muhammad SAW melakukan perubahan yang paling hebat dalam kehidupan, dari kehidupan yang tidak memiliki peradaban ke arah kehidupan yang penuh rahmat ampunan dan kasih sayang", cerita pak Haji.

"Yup, aku ingat!! pak Ustadz dulu pernah cerita tentang kisah Hijrahnya Nabi Muhammad ini, jadi hubungannya ke situ ya pak Haji?", Tanya Mazis semangat. Pak Haji kembali tersenyum, "Ya begitulah nak, dalam sekian banyak peristiwa penting dalam Islam, peristiwa hijrah menduduki peringkat yang pertama, sebab peristiwa ini bukan hanya menandai babak baru penanggalan Islam yang ditetapkan oleh Umar Bin Khattab, tapi ini merupakan titik awal lahirnya peradapan Islam yang gemilang. Setiap tahun kita merayakan Tahun Baru Hijriyah, dan setiap Tahun juga kita umat Islam diharapkan dapat memetik hikmah dari peristiwa Hijrah ini".

"Tapi, kok sepi pak? tidak seperti Tahun baru setiap tanggal satu januari?", tanya Azzam sambil menyeruput teh hangat buatan buk Haji. "Anak ku, kedatangan Tahun Baru Islam agak sepi karena secara sadar atau tidak sadar adalah akibat begitu lamanya umat Islam terjajah dengan membesar-besarkan penggunaan kalender Masehi dibandingkan kalender Hijriyah dalam kehidupan sehari-hari. Budaya inilah yang menyebabkan Umat Islam sendiri tidak ingat nama bulan-bulan dalam Islam kecuali Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah". 

Setelah menyeruput kopi yang sudah setengah hangat, pak Haji pun melanjutkan ucapannya, "Umat Islam adalah umat terbaik di dunia, dan dalam memaknai Tahun Baru harus juga dengan cara yang terbaik dan pastinya berbeda dengan cara, adat istiadat bangsa lainnya seperti meniup terompet dan menyalakan kembang api yang hanya bersifat semu dan berlebih-lebihan. 

"Terus, bagaimana cara kita umat Islam memaknai Tahun baru Islam ini pak?", tanya Mazis. "Setiap Tahun kita selalu diingatkan akan peristiwa besar ini, dan setiap tahun juga Semangat Hijriyah diharapkan mampu menjadi semangat baru bagi umat Islam dalam memulai sejarah hidupnya pada detik ini dan pada masa selanjutnya. Karena makna hijriyah harus meresap pada diri kita masing-masing yang kemudian diolah menjadi sikap luhur dalam menata masa depan yang lebih baik. Berbuat yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya, dan diawali dari diri sendiri itu kunci utamanya nak...", ujar pak haji, yang diikuti anggukan-anggukan halus Mazis dan Azzam.

---

Mari melakukan perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah di bawah naungan cahaya Illahi... Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H.....